Repost: Megat-Ruh

• MEGAT-RUH *

O, akal sehat jaman ini!
Bagaimana mesti kusebut kamu?
Kalau lelaki kenapa seperti kue lapis?
Kalau perempuan kenapa tidak keibuan?
Dan kalau banci kenapa tidak punya keuletan?

Aku menahan air mata
punggungku dingin
tetapi aku mesti melawan
kerna aku menolak bersekutu dengan kamu.

Kenapa anarki jalanan
mesti ditindas dengan anarki kekuasaan?
Apakah hukum
tinggal menjadi syair lagu disco?
Tanpa panca indera untuk fakta
tanpa kesadaran untuk jiwa
tanpa jendela untuk cinta kasih.
Sayur mayurlah kamu.

Dibius pupuk dan insektisida
kamu hanya berminat menggemukkan badan.
Tidak mampu bergerak menghayati cakrawala.
Terkesima. Terbengong.
Terhiba-hiba.
Berakhir menjadi hidangan para raksasa.

O, akal sehat jaman ini!
Kerna menolak menjadi edan
aku melawan kamu.

***

WS Rendra, Cipayung Jaya, 1983

View on Path